Subscribe
Akriz Rock Maniche

Rabu, 09 Desember 2009

Inspirasi Pagi

Musik panjang umur

Vivaldi. Played by Vanessa Mae.

Vivaldi ternyata seorang pendeta. Sembari sakit-sakitan asma dia menulis musik yang lalu diajarkan kepada anak-anak miskin, anak para pelacur, dll (ini yang bikin aku impressed ama dia). Orang-orang mencibirnya, sampai suatu saat diadakan konser kecil-kecilan memainkan musik karya Vivaldi oleh anak-anak papa itu.

Audiens terpukau!
Sejak itu banyak anak bangsawan ikut belajar musik ke Vivaldi, campur dengan anak para gelandangan.

Itu yang aku baca dari back cover CD pinjaman 10 tahun yang lalu (ha, bahkan aku tak membelinya). Sejak itu aku suka Vivaldi. Trus jatuh cinta ke Vanessa Mae, ...karena lebih cakep. Panjang umur Vivaldi, umur musikmu (dan amalmu) jauh melampaui umur biologismu! Selengkapnya...

Selasa, 21 April 2009

Kumpulan Kata-kata Mutiara

dari antusiasme (Ralph Waldo Emerson)
Ketika seorang samurai sejati berperang, dia mempersiapkan diri untuk mati, tetapi yang sering terjadi justru musuhnya yang mati (Anonymous)
Lakukan apa saja yang kamu anggap benar, karena apapun yang anda lakukan juga akan dikritik. Anda akan dikutuk juga jika tidak melakukannya (Roosevelt)
Tidak ada kesuksesan sejati tanpa penolakan. Semakin banyak penolakan yang ada, semakin unggul, semakin banyak belajar, dan semakin dekat dengan harapan anda (Anthony Robbins)
Satu-satunya orang yang tidak membuat kesalahan ialah orang yang tidak berbuat apa-apa. Jangan takut kepada kesalahan, selama anda tidak mengulangi kesalahan yang sama (Roosevelt)
Tiap orang mempunyai bakat. Apa yang kurang adalah keberanian untuk mengantar bakat ketempat gelap yang dituju (Enica Jang)
Kepuasan terletak pada usaha, bukan pada hasil. Usaha dengan keras adalah kemenangan yang hakiki (Mahatma Gandhi)
Kesuksesan itu suatu perjalanan, bukan tempat tujuan;separuh dari kesenangan terdapat ditengah perjalanan menuju kesana (Gita Bellin)
Jika anda tidak mengalami kegagalan dan pahitnya kegagalan, anda tidak dapat manisnya kesuksesan (Sri Dhamananda Nayake)
Belajar dari kegagalan adalah cara meraih kesuksesan. Tidak pernah gagal berarti tidak pernah menang (Sri Dhamananda Nayake)
Seandainya bisa, saya akan berdiri disudut yang ramai dan mengemis kepada orang-orang agar melemparkan kepada saya semua waktu yang mereka buang-buang (Bernard Berenson)
Jangan takut kepada kesempurnaan.. Anda tidak akan bisa mencapainya (Salvator Dali)
Seseorang akan diam saja jika dia menunggu sampai bisa melakukannya dengan baik, sehingga tidak ada seorangpun yang akan bisa menemukan kesalahan (Kardinal John H Newman)
Orang serba rapi mati-matian merapikan segala-galanya membuat saya ngeri ; museum adalah tempat paling rapi yang dipenuhi dengan banyak benda mati (St.John Ervine)
Dia yang menerima nasehat kadang-kadang lebih unggul daripada orang yang memberikan nasehat (Karl Ludwig Von Knebel)
Orang yang sukses adalah orang yang bisa membangun landasan yang kuat dengan batubata yang dilemparkan orang lain kepadanya (David Brinkley)
Saya belum pernah mendengar siapapun yang tersandung ketika sedang duduk. Karena itu jalanlah terus meski anda tersandung dan jangan berhenti (Charles Kettering)
Keunggulan adalah melakukan hal biasa dengan cara yang tidak biasa (Booker T Washington)
Anda mungkin kecewa kalau gagal, tetapi nasib buruk anda sudah dipastikan kalau anda tidak mencoba (Beverley Hills)
Temukan apa yang paling suka anda lakukan dan dapatkan seseorang yang akan membayar anda untuk itu (Katherine Whitehorn)
Kegagalan ini bukanlah karena jatuh, tetapi karena tidak mau bangkit kembali (Mary Pickford)
Anda harus melakukan hal yang anda pikir tidak dapat anda lakukan (Eleanor Roosevelt)
Jika anda maju dengan penuh keyakinan menuju impian dan berusaha menghayati kehidupan yang dibayangkannya, anda akan bertemu dengan keberhasilan yang tidak terduga-duga (Henry D Thoreau)
Tidak ada angin yang dapat membantu mereka yang tidak memiliki penentu arah (Michel De Montaigne)
Saya belum pernah menerima gagasan yang siap pakai sama seperti menerima pakaian yang siap pakai, mungkin karena saya tidak bisa menjahit ; tapi saya bisa berpikir (Jane Rule) Selengkapnya...

Kata-kata Motivasi dari toyota

Kesuksesan Toyota menjadi salah satu perusahaan besar di dunia ternyata tidak lepas dari kata kata motivasi yang ditanamkan di dalam Toyota itu sendiri. Dan ternyata kata kata motivasi tersebut memiliki pengaruh yang besar terhadap spirit para personil Toyota. Mungkin inilah sebabnya seringkali perusahaan perusahaan perlu mengadakan seminar secara rutin untuk membangkitkan kembali semangat para personilnya agar tetap dalam kondisi full charge dalam bekerja sehingga nantinya akan memberikan loyalitas tinggi kepada perusahaan.

Berikut ini beberapa kata kata motivasi yang digunakan di Toyota dan barangkali sangat bermanfaat jika diterapkan dalam kehidupan anda sehari hari.

1. Kalau anda berpikir mampu untuk berbuat maka yakinlah bahwa segala sesuatu itu akan bisa dilaksanakan.

2. Jangan pernah melihat sesuatu dengan cara pandang yang standar tapi lihatlah dengan cara pandang di atas standar.

3. Apa yang bisa anda selesaikan pada saat ini maka selesaikanlah pada saat itu juga.

4. Ruang lingkup yang anda miliki hanya anda sendirilah yang menjaganya.

5. Dengan ketekunan anda pasti bisa.

6.Memastikan kegagalan dengan mata sendiri adalah bejalar menuju sukses.

7. Tinggikan tujuan dan cita cita anda tanpa rasa takut.

8. Ide brilian tidak akan pernah anda dapatkan sekiranya anda tidak pernah mengalami kesulitan.

9. Lakukan sesuatu dengan ikhlas, anda senang semua bangga.

Dan masih banyak lagi kata kata yang digunakan Toyota sehingga bisa menjadi sebuah perusahaan besar seperti yang kita lihat sekarang.

Pak Thomas Alfa Edison mengatakan …”Just because something doesn’t do what you planned it to do doesn’t mean it’s useless” yang maksudnya lebih kurang “Hanya karena TIDAK berbuatlah maka segala sesuatu yang direncanakan tidak akan pernah berarti dan hanya sia-sia belaka.”

Lalu bagaimana dengan anda? Apakah anda juga memiliki kata kata motivasi terhadap diri sendiri? Selengkapnya...

Kata-kata Mutiara

Kata -kata Motivasi oleh Ilmuwan

Orang yang bercita-cita tinggi adalah orang yang menganggap teguran keras baginya lebih lembut daripada sanjungan merdu seorang penjilat yang berlebih-lebihan.

- Thales -

Setelah menua, Thales ditanya tentang keadaannya. Dia menjawab, “Beginilah, aku mati secara perlahan-lahan.”

Derajat kebaikan seorang hamba yang paling tinggi adalah yang hatinya dapat terpuaskan oleh Tuannya Yang Mahabenar sehingga dia tidak membutuhkan perantara antara dirinya dengan Tuannya itu.

- Pythagoras -

Pythagoras mengundang teman-temannya untuk makan, tetapi ternyata pembantunya melalaikan perintahnya dan tidak menyiapkan makanan. Saat teman-temannya datang, dia tidak panik, malah tertawa. Dia berkata, “Hari ini telah kita dapatkan hal-hal yang lebih mulia daripada alasan pertemuan kita ini, yaitu menahan kemurkaan, menguasai kemarahan, menggenggam kesabaran, dan menghiasi diri dengan kelembutan.”

Wahai anak muda, jika engkau tidak sanggup menahan lelahnya belajar, engkau harus menanggung pahitnya kebodohan.

- Pythagoras -

Janganlah sekali-sekali engkau mempercayai kasih sayang yang datang tiba-tiba, karena dia akan meninggalkanmu dengan tiba-tiba juga.

- Pythagoras -

Pilih olehmu menjadi pihak yang kalah tapi benar. Dan janganlah sekali-sekali engkau menjadi pemenang tetapi zalim.

- Pythagoras -

Jangan membanggakan apa yang telah engkau lakukan hari ini, sebab engkau tidak akan tahu apa yang akan diberikan hari esok.

- Pythagoras -

Sokrates dicela karena makan terlalu sedikit, maka dia menjawab,”Aku makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan.”

Diceritakan kepada Sokrates, “Penduduk kota menertawaimu.” Dia menjawab, “Semoga tawa mereka itu semakin menyempurnakan diriku.”

Ada seorang raja yang berkata kepada Sokrates,”Apa yang membuatmu tidak mau menghadapku padahal engkau adalah budakku?” Sokrates menjawab,”Jika engkau jujur kepada dirimu, engkau pasti mengerti bahwa aku bukanlah budakmu.” Raja bertanya, “Bagaimana bisa begitu?” Sokrates menjawab, “Pernahkah engkau mengetahui bahwa diriku melakukan sesuatu atas dasar dorongan nafsu dan marah?” Raja menjawab, “Tidak.” Sokrates bertanya lagi, “Pernahkah engkau begitu?” Raja itu menjawab, “Pernah.” Sokrates berkata, “Saya menguasai nafsu dan marah, sementara keduanya menguasaimu. Jadi engkau adalah Budak dari budakku.”

Lalat mencari dan menempel pada tempat-tempat kotor dan menjauhi tempat-tempat yang sehat. Begitu juga orang-orang yang jahat. Mereka mencari kejelekan-kejelekan orang lain lalu menyebarkannya dan menyembunyikan kebaikan-kebaikan orang lain dan tidak mau menyebutkannya.

- Sokrates -

Lidah yang menyebut Allah tidak pantas dipakai untuk menyebut kata-kata nista.

- Sokrates -

Malapetaka menimpa binatang selain manusia karena mereka tidak dapat berbicara, dan menimpa manusia karena mereka terlalu banyak berbicara.

- Sokrates -

Bertutur-katalah yang baik atau lebih baik diam.

- Muhammad (salla-Allahu’alayhi was salaam) -

Jika engkau menginginkan kebaikan, segeralah laksanakan sebelum engkau mampu. Tetapi jika engkau menginginkan kejelekan, segeralah hardik jiwamu karena telah menginginkannya.

- Sokrates -

Siapa orang yang paling rendah derajatnya? Sokrates menjawab, “Orang yang tidak percaya pada siapa pun dan tidak dipercaya oleh siapa pun.” Dan siapakah orang yang paling nista? Sokrates menjawab,”Orang yang dimintai maaf tapi tidak mau memaafkan.”

Jika orang yang tidak tahu tidak berbicara, maka perselisihan pasti hilang.

- Sokrates -

Kesejahteraan memberikan peringatan, bencana memberikan nasihat.

- Sokrates -

Mengapa engkau tidak mengkhwatirkan matamu yang terlalu banyak membaca? Sokrates menjawab,”Jika aku dapat menyelamatkan mata hatiku, maka aku tidak akan mempedulikan sakit mataku.”

Sokrates melihat seseorang sedang memukuli pembantunya dengan penuh kemarahan. Sokrates bertanya pada orang itu,”Mengapa engkau memukulinya? Orang itu menjawab,”Dia telah melakukan kesalahan yang sangat besar.” Sokrates berkata, “Jika semua orang yang telah engkau perlakukan dengan salah engkau ijinkan untuk menghukum dirimu, pasti engkau akan segera meninggalkan kezaliman ini.”

Orang yang takjub kepada dirinya sendiri, dia melihat di dalam dirinya sesuatu yang lebih indah dari kenyataannya -walaupun sebenarnya dia sangat lemah lalu dia bergembira karenanya.

- Sokrates - Selengkapnya...

Menjelajahi Tubuh

Seks
21-04-2009
Menjelajahi Tubuhnya


Seperti Anda, para pria juga senang disentuh dan dibelai. Mereka menyukai sentuhan-sentuhan di semua bagian tubuhnya, apalagi bila dilakukan dengan lembut dan penuh gairah.

Untuk menjelajahi tubuh pasangan, Anda tak perlu banyak teori, juga tak membutuhkan waktu lama untuk mempelajarinya. Anda hanya memerlukan pasangan Anda (untuk praktek langsung) dan keberanian untuk merubah cara pandang Anda tentang seks.

Sebagai panduan, Anda bisa mempertimbangkan empat hal berikut ini:

1. Penjelajahan

Anggaplah tubuh pasangan Anda adalah suatu wilayah asing yang belum pernah Anda jelajahi. Sedang jari-jari merupakan alat sensor Anda. Pancing reaksi pasangan Anda dengan mengatakan sensasi yang Anda rasakan ketika Anda menjelajahi tubuhnya.

Kulit adalah organ tubuh paling peka, baik untuk pria maupun wanita. Jadi jangan hanya terfokus pada alat vital saja. Anda akan terkejut ketika pasangan Anda merasa bergairah ketika Anda hanya menyentuh pergelangan tangan atau bulu matanya.

2. Kreativitas

Merangsang pasangan tidak hanya dengan jari-jari Anda. Setelah Anda mengenal landscape tubuh pasangan Anda maksimalkan rangsangan dengan menggunakan bagian tubuh lain Anda. Anda bisa memanfaatkan lidah, mulut, atau benda-benda seperti bulu, scarf, atau es. Variasikan area sentuhan Anda agar tidak selalu di tempat yang sama sehingga pasangan Anda akan terus penasaran.

3. Lakukan pijatan

Jika Anda pernah mendengar istilah pijat refleksi, Anda akan tahu bahwa sebenarnya tubuh terbentuk dari ikatan-ikatan saraf yang saling berhubungan. Saraf ini mengontrol performa kerja dari organ-organ tubuh. Artinya jika Anda memberikan rangsangan di bagian tubuh tertentu, maka bagian tubuh lain yang terkait akan bereaksi.

Anda juga bisa melakukan hal serupa untuk kepuasan seksual Anda. Kuncinya adalah memberikan rangsangan pada area yang tepat.

4. Rangsang otaknya

Satu hal lagi yang cukup penting adalah otak Anda. Otak Anda adalah bagian terpenting dari seluruh organ tubuh dan mengendalikan semua. Membicarakan aktivitas seksual dengan pasangan Anda seperti dimana Anda ingin disentuh, adalah salah satu rangsangan yang paling kuat.

Kekuatan pikiran sangat mempengaruhi keintiman dan dapat meningkatkan gairah aktivitas seksual Anda berdua. Jadi jangan lupa untuk merangsang organ Anda yang satu itu. Selengkapnya...

Minggu, 29 Maret 2009

Macam – macam relasi dalam database

1.one to one

adalah suatu entitas didalam himpunan entitas A dihubungkan dengan paling banyak satu entitas didalam himpunan entitas B,dan entitas didalam entitas himpunan B dihubungkan dengan paling banyak satu entitas dalam himpunan entitas satu A.
.
2.one to many

adalah suatu entitas didalam himpunan entitas A dihubungkan lebih dari satu entitas didalam himpunan entitas B,dan entitas didalam himpunan entitas B hanya dapat
dihubungkan dengan paling banyak satu entitas dalam himpunan entitas A.
3.Many to many

adalah suatu entitas didalam himpunan entitas A dapat dihubuungkan lebih dari satu entitas didalam himpunan entitas B,dan entitas didalam entitas himpunan B dapat dihubungkan lebih dari atu entitas dalam himpunan entitas A. Selengkapnya...

Rabu, 07 Januari 2009

Perkembangan Pemikiran Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh

BAB I
PENDAHULUAN

A. Kajian Teori
1. Landasan Perkembangan Pemikiran Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh
Pendidikan terbuka dan jarak jauh merupakan suatu sistem yang sengaja dan dengan sadar dirancang untuk berbagai keperluan yang belum terpenuhi oleh pendidikan reguler. Landasan perkembangan dari pendidikan terbuka dan jarak jauh yaitu:
a. Landasan Ontologis
Hakikat pendidikan terbuka dan jarak jauh adalah memberikan kemungkinan pendidikan yang sesuai dengan perbedaan kemampuan dan kondisi manusia yang bersangkutan.
b. Landasan Epistemologis
Sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh dapat diselenggarakan yaitu dengan memberdayakan lembaga masyarakat, termasuk keluarga, untuk mengembangkan, memilih, dan atau memperoleh pendidikan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mereka dengan mendayagunakan sumber yang tersedia secara optimal.
c. Landasan Aksiologis
Manfaat pendidikan terbuka dan jarak jauh pertama-tama ditujukan kepada peserta didik atau warga belajar, yaitu agar mereka dapat dimungkinkan mengikuti pendidikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mereka.
Dari landasan-landasan tersebut di atas maka kita dapat menyimpulkan beberapa manfaat yang dapat diperoleh dalam pendidikan terbuka dan jarak jauh yaitu sebagai berikut:
 Dapat dipercepatnya usaha memenuhi kebutuhan masyarakat dan pasaran kerja.
 Dapat menarik minat calon peserta didik yang banyak.
 Tidak terganggu kegiatan kehidupan sehari-hari karena pola dan jadwal pembelajaran yang luwes.
 Harapan akan meningkatnya kerja sama dan dukungan pengguna lulusan atau keluaran dari pendidikan terbuka dan jarak jauh (output).

2. Awal Perkembangan Pemikiran Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh
Bentuk pendidikan terbuka tertua (oleh masyarakat dan untuk masyarakat) yang sampai sekarang masih diselenggarakan adalah pendidikan pesantren. terbuka, karena misinya sebagai lembaga perjuangan menentang pemerintahan kolonial. Pendidikan pesantren ini diperkirakan dimulai pada abad ke-15, yaitu pada awal masuknya agama islam. Pendidikan pesantren pada dasarnya bertujuan untuk menanamkan loyalitas kepada islam yang dinyatakan dalam bentuk tingkah laku yang benar dan penerimaan norma-norma dan pola hidup secara islam, serta loyalitas kepada masyarakat islam.
Pendidikan Taman Siswa, yang notabene berbentuk pesantren, pada awalnya dapat dikategorisasikan sebagai salah satu bentuk pendidikan melawan penjajahan dalam segala bentuknya. Ki Hajar Dewantara (1889-1959) mengembangkan Pendidikan Taman Siswa dengan asas perjuangan, meliputi: (1). Adanya hak seseorang untuk mengatur dirinya sendiri; (2). Pengajaran harus mendidik anak menjadi manusia yang merdeka batin, pikiran, dan tenaga; (3). Pengajaran jangan terlampau mengutamakan kecerdasan pikiran karena hal tersebut dapat memisahkan orang terpelajar dengan rakyat; (4). Berkendak untuk mengusahakan kekuatan diri sendiri. Dan pedomannya adalah “Tut Wuri Handayani, Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa”.
Pada awal kemerdekaan banyak sekali diselenggarakan program pendidikan terbuka dan jarak jauh, yang tujuan untuk mengisi kekosongan tenaga yang diperlukan untuk mempertahankan dan mengisi kemerdekaan. Terbukti pada tahun 1950 pemerintah membentuk sebuah lembaga Balai Kursus Tertulis Pendidikan Guru (BKTPG) yang mendapat tugas untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengajar, dengan menyediakan berbagai paket belajar tertulis dalam bidang profesi kependidikan. Lembaga ini sekarang dikenal dengan Pusat Pengembangan Penataran Guru Tertulis. Dalam PELITA I digariskan kebijakan dalam GBHN untuk digunakannya siaran radio dan televisi untuk meningkatkan dan memeratakan mutu pendidikan. Dan menjelang akhir PELITA I pemerintah menetapkan suatu kebijakan yang berani yaitu, dengan membangun sistem komunikasi dengan satelit domestik, sistem ini kemudian dikenal dengan nama SKSD Palapa.
Kemudian pada tahun 1972 dalam rangka kerja sama SEAMEO INNOTECH Center diselenggarakan suatu model pendidikan dasar yang disebut IMPACT (Intruction Managed by Parents, Community and Teacher) atau PAMONG (Pendidikan Anak oleh Masyarakat, Orang tua, dan Guru). Pada tahun 1974 Direktorat Pendidikan Masyarakat pada Direktorat Jendral Pendidikan Luar Sekolah dan Olahraga, mulai mengembangkan paket belajar pendidikan dasar bagi orang dewasa. Paket ini disebut KEJAR PAKET A, KEJAR PAKET B (kemudian disambung dengan paket C). Istilah KEJAR merupakan akronim dari Kelompok Belajar atau Bekerja dan Belajar.
Setelah itu muncul lagi siaran radio untuk penataran guru SD diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1974. dan pada tahun 1979 perintisan SMP Terbuka (sekarang disebut dengan SLTP terbuka) mulai dilaksanakan pada 5 lokasi yaitu: Kalianda (Lampung Selatan), Plumbon (Cirebon), Adiwerna (Tegal), Kalisat (Jember), dan Terara (Lombok Barat). Evaluasi komprehensif yang diselenggarakan pada tahun 1992 menunjukan bahwa pada sistem SLTP Terbuka memenuhi indikator kualitatif meliputi fleksibilitas, kelayakan, efesiensi, dan efektifitas.
Beranjak tahun 2000an pendidikan terbuka dan jarak jauh dapat kita jumpai baik itu lewat buku-buku, CD-ROM, video langsung ke alamat peserta pendidikan jarak jauh. Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat dewasa ini, khususnya perkembangan teknologi internet turut mendorong berkembangnya konsep pendidikan jarak jauh (distance learning) ini. Ciri teknologi internet yang selalu dapat diakses kapan saja, dimana saja, multiuser serta menawarkan segala kemudahannya telah menjadikan internet suatu media yang sangat tepat bagi perkembangan distance learning selanjutnya. Suatu sistem pendidikan jarak jauh dapat kita sederhanakan dan formulasikan sebagai berikut :

B. Kondisi Real Dalam Perkembangan Pemikiran Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh
Bergesernya perkembangan pendidikan terbuka dan jarak jauh ke media internet membuat munculnya suatu paradigma baru dalam pendidikan tersebut yaitu ‘asyncronous time and separated location distance learning’. Jelasnya, media ini mampu menembus batasan waktu dan tempat. Cepatnya penyampaian informasi dan materi menjadikan teknologi ini sebagai suatu pertimbangan utama penggunaannya dalam distance learning. Hal ini sejalan dengan adanya cyberschool yang telah ada saat ini. Konsep cyberschool sebenarnya bagian dari suatu kesatuan distance learning, hanya saja cyberschool kurang memfasilitasi interaksi antara murid dan guru. Cyberschool hanya mendistribusikan materi-materi secara online. Memadukan dua hal ini akan sangat menguntungkan untuk mewujudkan suatu internet community di Indonesia khususnya.
Suatu sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh secara umum, akan sukses apabila didalamnya melibatkan interaksi maksimal antara guru dan muridnya, antara murid dengan berbagai fasilitas pendidikan dan interaksi antara murid dengan murid serta melibatkan pola pembelajaran yang aktif di dalam interaksi itu. Dalam faktanya di lapangan didapati berbagai aspek di atas dalam sistem pendidikan tradisional yang melibatkan interaksi ‘face to face’ antara murid dan guru, apakah sistem pendidikan jarak jauh dapat mengatasi interaksi ‘face to face’ antara guru dan murid di kelas secara 100%. Jawabannya, tergantung kepada media yang digunakan tapi angka 100% itu bukanlah sesuatu yang mudah untuk dicapai oleh sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh, yang jelas ada suatu trade-off teknologi yang dapat mendekati angka di atas.
Selain itu, keberhasilan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh juga harus ditunjang oleh adanya interaksi dan komunikasi yang efektif dan maksimal antara instruktur (guru) dan siswa, interaksi antara siswa dengan berbagai fasilitas pendidikan seperti modul-modul pendidikan interaksi antara siswa dengan 'orang-orang' sekitarnya, dan adanya pola pendidikan aktif dalam masing-masing interaksi tersebut. Juga keaktifan dan kemandirian siswa dalam pendalaman materi, mengerjakan soal-soal ujian, dan kreativitas mencari materi-materi penunjang dari sumber-sumber lain seperti internet atau digital-library.

C. Permasalahan Dalam Perkembangan Pemikiran Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh
Sasaran utama pada pendidikan terbuka dan jarak jauh tidak lain adalah memberikan kesempatan kepada anak-anak bangsa yang belum tersentuh mengecap pendidikan yang lebih tinggi, bahkan tidak terkecuali anak didik yang sempat putus sekolah, baik untuk pendidikan dasar, dan menengah. Demikian pula bagi para guru yang memiliki sertifikasi lulusan SPG/SGO/KPG yang karena kondisi tempat bertugas di daerah terpencil, pedalaman, di pegunungan, dan banyak pula yang dipisahkan antar pulau, maka peluang untuk mendapatkan pendidikan melalui program pendidikan terbuka dan jarak jauh mutlak terbuka lebar bagi mereka.

Tetapi permasalahan yang timbul dalam perkembangan pemikiran pendidikan terbuka dan jarak jauh itu adalah:
• Kurangnya interaksi baik antara anak didik maupun dengan tenaga pendidik itu sendiri sehingga sulit bagi anak didik untuk memahami materi yang diajarkan dan sulit untuk dapat memecahkan masalah yang sedang dihadapinya.
• Pendapat bahwa rendahnya mutu lulusan institusi pendidikan terbuka dan jarak jauh dibandingkan pendidikan tatap muka.
• Sulitnya memilih media pembelajaran yang efektif dan interaktif dalam pelaksanaan pendidikan terbuka dan jarak jauh.

D. Rumusan Masalah
Berdasarkan pemaparan yang telah kami sampaikan diatas, maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan yang akan dibahas yaitu sebagai berikut:
1. Apa saja bentuk-bentuk interaksi pembelajaran yang dapat diaplikasikan dalam merancang media pembelajaran interaktif untuk sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh?
2. Apakah benar pendapat bahwa lulusan dari pendidikan terbuka dan jarak jauh itu memiliki mutu yang rendah?
3. Bagaimana memilih media pembelajaran yang efektif dan interaktif dalam pelaksanaan pendidikan terbuka dan jarak jauh?










Rata TengahBAB II
PEMBAHASAN

A. Bentuk-Bentuk Interaksi Pembelajaran Yang Dapat Diaplikasikan Dalam Merancang Media Pembelajaran Interaktif Untuk Sistem Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh.
Tidak seperti pendidikan konvensional atau pendidikan langsung, sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh membutuhkan pengelolaan dan manajemen pendidikan yang khusus, baik dari sisi siswa maupun instruktur (guru) agar tujuan pendidikan bisa terwujud dan pendidikannya pun harus fokus pada kebutuhan instruksional siswa.
Dari sisi siswa, salah satu faktor penting adalah keseriusan mengikuti proses belajar mengajar di saat instruktur (guru) tidak berhadapan langsung dengan siswa. Sedangkan dari sisi instruktur (guru) adalah perhatian, percaya diri guru, pengalaman, mudah menggunakan peralatan, kreativitas, active learning, dan kemampuan menjalin interaksi dan komunikasi jarak jauh dengan siswa.
Dalam sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh faktor penting dalam penunjang aktivitas pembelajaran adalah interaksi. Interaksi memungkinkan pebelajar mengatasi masalah yang di hadapi dalam upaya memahami materi. Interaksi juga dapat digunakan sebagai sarana untuk memberikan pengukuhan (reinforcement) terhadap hasil belajar yang dicapai oleh pebelajar. Selain itu, interaksi dapat digunakan sebagai sarana untuk memperbaiki kesalahan (remedial) pada waktu mengikuti proses pembelajaran dan dapat digunakan juga sebagai sarana untuk menyampaikan materi yang perlu dipelajari secara mendalam oleh pebelajar (eleborasi).
Heinich dkk. (1986) mengemukakan ada 5 bentuk interaksi pembelajaran yang dapat diaplikasikan dalam merancang sebuah media pembelajaran interaktif untuk sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh yaitu:
1. Tutorial
Pada interaksi yang berbentuk tutorial pengetahuan dan informasi ditayangkan dalam unit-unit kecil yang kemudian diikuti dengan serangkaian pertanyaan. Pola pembelajaran pada interaksi berbentuk tutorial biasanya dirancang secara bercabang (branching). Pebelajar dapat diberi kesempatan untuk memilih topik-topik pembelajaran yang ingin dipelajari dalam suatu mata pelajaran, semakin banyak topik-topik pembelajaran yang dipilih, akan semakin mudah program tersebut diterima oleh pebelajar. Dalam interaksi ini, informasi dan pengetahuan dikomunikasikan sedemikian rupa seperti pada waktu pengajar yang memberi bimbingan akademik kepada pebelajar.
2. Permainan (Games)
Interaksi berbentuk permainan (games) akan bersifat intruksional apabila pengetahuan dan keterampilan yang terdapat di dalamnya bersifat akademik dan mengandung unsur pelatihan (training) dan juga apabila dalam permainan tersebut terdapat tujuan pembelajaran (intructional objective) yang harus dicapai. Dalam program berbentuk permainan harus ada aturan (rule) yang dapat dipakai sebagai acuan untuk menentukan orang yang keluar sebagai pemenang. Penentuan pemenang dalam permainan ditentukan berdasarkan skor yang dicapai kemudian dibandingkan dengan prestasi belajar standar yang harus dicapai.
3. Simulasi (Simulation)
Dalam interaksi berbentuk simulasi pebelajar dihadapkan pada suatu situasi buatan (artifisial) yang menyerupai kondisi dan situasi yang sesungguhnya. Hal penting yang harus diperhatikan dalam interaksi ini adalah pemberian umpan balik untuk memberi informasi tentang tingkat pencapaian hasil belajar pebelajar setelah mengikuti program simulasi.
4. Penemuan (Discovery)
Dalam interaksi ini pebelajar diminta untuk melakukan percobaan yang bersifat “trial and error” dalam memecahkan suatu permasalahan. Pebelajar dituntut untuk dapat mencari informasi dan membuat kesimpulan dari sejumlah informasi yang telah dipelajarinya. Dan diharapkan dari proses belajar yang dilakukannya tersebut pebelajar dapat menemukan konsep dan pengetahuan baru yang belum dipelajari sebelumnya.
5. Pemecahan Masalah (Problem Solving)
Bentuk interaksi seperti ini memberi kemungkinan terhadap pebelajar untuk melatih kemampuan dalam memecahkan suatu masalah. Pebelajar dituntut untuk berpikir logis dan sistematis dalam memecahkan suatu permasalahan. Umpan balik dapat dipergunaan oleh pebelajar untuk mengetahui tingkat keberhasilannya dalam memecahkan soal atau masalah. Program-program berbentuk pemecahan masalah biasanya berisi beberapa soal atau masalah yang diklasifikasikan berdasarkan tingkat kesulitan yang dikandung di dalamnya. Pebelajar dapat mencoba memecahkan masalah yang lebih tinggi tingkatannya setelah berhasil memecahkan masalah dengan tingkat kesulitan yang lebih rendah.
Dari semua bentuk-bentuk interaksi tersebut diatas faktor yang penting di dalamnya adalah umpan balik. Menurut Hannafin dan Peck (1998) umpan balik dalam media pembelajaran interaktif dapat berbentuk: “…. informasi kepada pebelajar tentang prestasi belajar yang telah ditempuh, baik berupa keberhasilan belajar atau informasi tentang hasil belajar yang perlu diperbaiki”

B. Pendapat Bahwa Lulusan Dari Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh itu Memiliki Mutu Yang Rendah.
Masih banyak berkembang sinyalemen di masyarakat bahwa pendidikan terbuka dan jarak jauh dianggap sebagai pendidikan kelas dua. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Mukhopadhjay (1988) memperlihatkan penyebabnya adalah kurang tajam perumusan visi dan misi pendidikan terbuka dan jarak jauh dan masih dipandang sebagai alternatif bagi mereka yang tidak tertampung di perguruan tinggi tatap muka.
Pertanyaan lain yang terasa mengusik pelaku pendidikan terbuka dan jarak jauh adalah tuduhan rendahnya mutu lulusan institusi pendidikan jarak jauh jika dibandingkan dengan pendidikan tatap muka. Keraguan akan kualitas lulusan pendidikan terbuka dan jarak jauh masih tetap muncul karena penambahan jumlah mahasiswa seringkali diasosiasikan dengan penurunan mutu (Suparman, 1989).
Di Australia, hasil studi Selim (1989) dalam Suparman (1989) menyatakan bahwa prestasi mahasiswa pendidikan terbuka dan jarak jauh justru lebih baik dibandingkan dengan mahasiswa perguruan tinggi konvensional. Sunarwan (1982) menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan prestasi belajar siswa yang terlibat pendidikan menggunakan modul dan pengajaran tatap muka.
Dan pada dasarnya semua jenis pendidikan baik itu pendidikan konvensional maupun pendidikan terbuka dan jarak jauh itu sebenarnya sama saja. Namun, perbedaanya hanya terdapat pada tatap muka dan interaksi. Hal yang terpenting dan yang paling menentukan prestasi dalam pendidikan terbuka dan jarak jauh itu adalah interaksi karena hanya dengan interaksi peserta didik pendidikan terbuka dan jarak jauh dapat memahami dan menangkap apa yang dipelajarinya sehingga memungkinkan prestasi peserta didik tidak kalah dengan peserta didik konvensional apalagi pendidikan terbuka dan jarak jauh telah didukung dengan perkembangan internet yang memudahkan peserta didik pendidikan terbuka dan jarak jauh mendapatkan informasi dengan cepat dan terkini.

C. Memilih Media pembelajaran Yang Efektif dan Interaktif Dalam Pelaksanaan Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh
Dalam penyelenggaraan Sistem Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh (SPTJJ), penggunaan media tampaknya telah menjadi keharusan. Dapat dikatakan bahwa sebagian besar bahan ajar pada SPTJJ disampaikan melalui berbagai jenis media, baik cetak maupun non cetak. Sepanjang sejarah penyelenggaraan pendidikan terbuka dan jarak jauh, media telah digunakan sebagai sarana penyampai materi ajar. Adanya keterpisahan antara pengajar dengan peserta didik, maka diperlukan media sebagai sarana komunikasi yang menjembatani antara pengajar dengan peserta didik. Dalam memilih media pembelajaran, Kemp, dkk. (1985) mengemukakan bahwa pemilihan media pembelajaran harus didasarkan pada karakteristik dan kontribusi yang spesifik terhadap proses komunikasi dan belajar.
Sedangkan menurut Heinich, dkk. (1996) media harus mampu mengatasi hambatan ruang dan waktu dalam mengkomunikasikan informasi dan ilmu pengetahuan. Media cetak, siaran radio, dan siaran televisi telah banyak digunakan sebagai sarana penyampai materi pada sejumlah institusi pendidikan jarak jauh, khususnya di negara-negara yang sedang berkembang karena ketiga media tersebut adalah media yang sangat efektif dan interaktif. Media cetak memiliki tingkat keluwesan yang tinggi untuk digunakan baik pada kegiatan belajar secara individu maupun kelompok. Sedangkan kelebihan utama siaran radio dan siaran televisi adalah pada kemampuannya menjangkau khalayak dalam wilayah geografis yang sangat luas. Selain ketiga media tersebut ada sebuah jaringan universal yang bisa mengakses segala informasi dengan mudah dan cepat yaitu “internet”. Internet juga merupakan media yang efektif dan interaktif guna untuk mendukung pembelajaran pada pendidikan terbuka dan jarak jauh.







BAB III
PENUTUP

A. SIMPULAN
Pendidikan terbuka dan jarak jauh merupakan suatu sistem yang sengaja dan dengan sadar dirancang untuk berbagai keperluan yang belum terpenuhi oleh pendidikan reguler. Seiring dengan bergesernya perkembangan pendidikan terbuka dan jarak jauh ke media internet membuat munculnya suatu paradigma baru dalam pendidikan tersebut yaitu ‘asyncronous time and separated location distance learning:.
Suatu sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh akan sukses apabila didalamnya melibatkan interaksi maksimal antara guru dan muridnya, antara murid dengan berbagai fasilitas pendidikan dan interaksi antara murid dengan murid serta melibatkan pola pembelajaran yang aktif di dalam interaksi itu. Selain itu, keberhasilan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh juga harus ditunjang oleh adanya interaksi dan komunikasi yang efektif dan maksimal antar komponen pendidikan dan adanya pola pendidikan aktif dalam masing-masing interaksi tersebut. Juga keaktifan dan kemandirian siswa.
Adapun bentuk-bentuk interaksi pembelajaran yang dapat diaplikasikan dalam merancang media pembelajaran interaktif untuk sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh.yaitu :
1. Tutorial
Pengetahuan dan informasi ditayangkan dalam unit-unit kecil yang kemudian diikuti dengan serangkaian pertanyaan.
2. Permainan (Games)
Interaksi bersifat intruksional apabila pengetahuan dan keterampilan yang terdapat di dalamnya bersifat akademik dan mengandung unsur pelatihan (training)
3. Simulasi (Simulation)
Pebelajar dihadapkan pada suatu situasi buatan (artifisial) yang menyerupai kondisi dan situasi yang sesungguhnya.
4. Penemuan (Discovery)
Pebelajar diminta untuk melakukan percobaan yang bersifat “trial and error” dalam memecahkan suatu permasalahan.
5. Pemecahan Masalah (Problem Solving)
Pebelajar dituntut untuk berpikir logis dan sistematis dalam memecahkan suatu permasalahan.

Masih banyak berkembang sinyalemen di masyarakat bahwa pendidikan terbuka dan jarak jauh dianggap sebagai pendidikan kelas dua. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Hal ini dikarenakan kurang tajamnya perumusan visi dan misi pendidikan terbuka dan jarak jauh dan masih dipandang sebagai alternatif bagi mereka yang tidak tertampung di perguruan tinggi tatap muka.
Disamping itu dipandang rendahnya mutu lulusan institusi pendidikan jarak jauh jika dibandingkan dengan pendidikan tatap muka karena penambahan jumlah mahasiswa seringkali diasosiasikan dengan penurunan mutu.
Dan pada dasarnya semua jenis pendidikan baik itu pendidikan konvensional maupun pendidikan terbuka dan jarak jauh itu sebenarnya sama saja. Namun, perbedaanya hanya terdapat pada tatap muka dan interaksi.
Dalam penyelenggaraan Sistem Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh (SPTJJ), penggunaan media menjadi suatu keharusan. Sebagian besar bahan ajar pada SPTJJ disampaikan melalui berbagai jenis media, baik cetak maupun non cetak termasuk internet.







DAFTAR PUSTAKA

 Miarso, Yusufhadi. 2007. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Jakarta:KENCANA
 Aristohadi. 2008. Media Pembelajaran Dalam Pendidikan Jarak Jauh. http://aristohadi.wordpress.com. 13 Oktober 2008, 20:48 WIB
 http://saina-kurtekdik.blogspot.com. 2008. TIK. 13 Oktober 2008, 20:38 WIB
 http://agoestbkl.multiplx.com. 2008. 13 Oktober 2008, 21:05 WIB



Selengkapnya...